Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

Catatan Ramadan (3) : Memaknai Setiap Hari dan Interaksi

Gambar
  Pelukmu mungkin hanya sementara. Tapi, simpan hatiku selamanya. Berpulangnya Vidi Aldiano masih menyesakkan dada begitu rupa. Mungkin sebagian orang akan menganggap reaksi ini berlebihan; ya, tak apa. Saya memang belum pernah bertemu langsung dengan Vidi, namun energi positif darinya, serta cerita-cerita orang tentang segala kebaikannya begitu mengena. Membekas di hati. Saya masih terjaga sekarang, bersama segelas kopi dan sepotong roti. Entahlah, mata ini masih lebar. Mungkin akan bertahan hingga Subuh nanti. Kepergian Vidi membawa diri saya pada banyak perenungan dan pertanyaan. Bukan hanya pada bagaimana nanti kita dikenang saat kematian itu datang. Bukan hanya pada sudah cukupkah bekal dan amal kita menuju hari itu. Namun, ada dua pertanyaan. Berapa lama lagi sisa usia kita? Sampai kapankah kesempatan ini diberikan? Selain itu, diri juga merenungi hal lain. Bahwa sesungguhnya ada setiap hari yang masih kita jalani, bersama interaksi dengan orang-orang tersayang pun perlu dima...