Hidup Tanpa Ekspektasi
Mana mungkin hati ini Terbuai ekspektasi tinggi -Kunto Aji Membaca judul itu pada sebuah video wawancara Afgan dengan Putri Tanjung di kanal YouTube CXO Media, membawa saya pada sebuah perenungan panjang. Bahwa ternyata, ya. Selama ini kita membersamai serangkaian ekspektasi dalam hidup. Entah itu terhadap diri sendiri atau orang lain. Padahal, adanya ekspektasi justru membuat kita tertekan, bahkan terbeban, entah sadar atau tidak. Akhir-akhir ini, saya sedang belajar untuk menjadi begitu. Ya, tidak menaruh ekspektasi atas apapun dan pada siapapun. Apalagi sejak sejumlah kejadian datang secara mengejutkan, dan memaksa untuk saya terima. Masih belum menemukan jalan untuk keluar dari tempat kerja. Ditinggal dan didiamkan tiba-tiba oleh orang yang bertahun-tahun dicinta. Hampir 31 tahun usia, tapi penambat hati belum ditemukan juga. Sementara, Ayah-Ibu makin menua, dan diri merasa belum bisa melakukan apapun untuk mereka. Hal-hal itu menumpuk, lalu meng...