Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2023

Seteru

Gambar
  Hati dan Kepala tengah terlibat satu seteru.  Kepala bilang, menghapusnya dari ruang itu satu keharusan. Maka, Kepala coba alihkan perhatian pada sosok Vino Bastian.  Hati menyanggah sekuat tenaga. Ia bersuara, perihal kenangan masih begitu sulit dimusnahkan. Di sudutnya, rangkum sesal menggumpal. Tumpukan rindu masih ada, meski tak lagi membentuk gunungan.  Kepala tak peduli. Terus saja ia menjejali hari dengan banyak tontonan, dari yang lama hingga terkini. Beban pekerjaan pun terasa makin memberat. Kepala puas, baginya itulah cara paling akurat.  Hati berusaha ikuti maunya Kepala. Saban hari ia tahan sakit yang mulai terasa, juga lelah yang makin merajai raga. Tapi, kenangan dan rindu itu masih ada. Menghapusnya? Hati sudah kehabisan cara.  Kepala hampir patah arang, tapi masih punya sedikit asa. Tanpa lelah ia semangati hati, untuk lekas beranjak lagi. Temukan kisah baru bersama entah siapa itu. Pokoknya, lepas dulu dari rasa menahun itu.  Tapi H...

Vino G Bastian, Memukau dalam Setiap Peran

Gambar
Vino G Bastian dan sebagian karakter yang ia perankan Hampir tengah malam, tapi saya tak terlalu peduli. Lekas saja selesaikan proses registrasi akun di website Maxstream. Ada apa? Lelaki kelahiran 24 Maret inilah penyebabnya.  *  Aktor satu ini mulai menarik perhatian saya lewat peran-perannya di banyak FTV. Apalagi saat ia beradu akting dengan Marsha Timothy dalam sinetron Calon Bini, tahun 2011.  Saya sendiri lupa, film apa yang jadi debut aktingnya di layar lebar. Satu hal yang menjadikannya istimewa, Vino tak pernah mengambil peran dengan karakter yang itu-itu saja. Genre nya memang drama, sering pula drama komedi; namun karakter tokohnya selalu berbeda dan miliki keunikan masing-masing.  *  Dalam Tampan Tailor , misalnya. Ia menjadi single parent yang berprofesi sebagai stuntman . Di film Super Didi, perannya adalah seorang arsitek yang kewalahan mengurus dua putri kecilnya saat sang istri keluar negeri. Yang dirilis belum lama ini, bertajuk Scandal Make...

Aku Pergi Dulu

Gambar
Hari itu, kamu seperti biasa. Berkacamata, berbaju biru, berbicara selama satu jam dengan gaya semenarik itu. Canda garingmu pun masih mampu gemakan tawa.  Tapi, aku lihat jelas keterasingan itu. Tak ada kelakar yang hanya dimengerti kita berdua. Apalagi bincang yang hanya bisa dibagi berdua; seperti dulu.  Satu jam pun usai, dan kamu berlalu. Tanpa satu kata pamit pun. Bahkan, bayangmu saja tak membekas di mataku. Baiklah, aku tak apa. Kamu sudah jadi asing jauh sebelum ini. Aku memang kehilangan, tapi sudah mulai terbiasa.  Pagi ini, pertukaran pesan itu memperjelas semuanya. Bahwa kamu memang sudah temukan rumahmu. Nyamanmu. Duniamu sendiri. Kini kutahu, mengapa kamu tampak begitu asing di mataku. Memang kamu, yang sengaja mengasingkan diri dariku.  Selamat, karena kamu telah menemukannya. Dunia baru itu. Akan ada banyak tawa tercipta di sana. Tak ada lagi luka. Ya, semoga begitu. Sebab, kamu sudah sering babak belur dihajar luka-luka. Mimpimu, semoga akan jadi ma...