Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2023

Pergi dan Kembali; dan Sudah Pergi

Gambar
Aku masih di sini, berkutat dengan laporan dan berjuta-juta uang yang bukan milikku. Telinga masih jauh dari lagu, hanya ada ragam teriakan tentang jumlah barang, dan panggilan telepon yang bicara aneka orderan.  Tadi sarapanku buru-buru, dan kini menu makan siangku hanya sebungkus kerupuk dari pembeli dan sebotol air putih.  Hampir pukul dua. Di sela sepinya pembeli, tiba-tiba kuingat lamanmu. Baru sadar, bahwa sudah cukup lama tak kubaca tulisan-tulisanmu yang jadi alasan pertamaku jatuh cinta. Ternyata masih sama hingga detik ini. Bahasa lugas dalam kisah-kisah sederhanamu masih mengagumkanku.  Apa kabar kamu? Cukup lama kita sendirian tanpa banyak pesan yang ditukar. Pesanku beberapa minggu lalu pun hanya kamu beri balasan alakadar. Sudah sejauh itukah kita? Inikah definisi "kamu pergi"? Sebuah kalimat yang sangat kutakuti saat awal rasa ini jatuh. Dan sekarang, tanpa sadar aku sedang menghadapinya.  Ya, kini kamu pergi. Kabarmu hanya bisa kuterka dari kilas-kila...

Kirana : Lupa Nama, Ingat Rasa

Gambar
Photo from : Pinterest Brian   "Jadi gitu, Ran, kabar terkininya. Buruan lo follow-up ke Bu Dian, ya. Gue nggak mau kena marah lagi."  Ujarku sambil melahap potongan daging steak wagyu pesananku tadi. Beberapa saat berlalu, tak ada jawaban yang kudengar. Keheranan, kuangkat wajahku dan menatapnya. Kirana, gadis berambut sebahu itu, tengah mengarahkan matanya ke samping; tepatnya terpaku pada sebuah meja.  Aku mengernyitkan dahi, sembari melihat ke arah yang sama. Seorang lelaki berperawakan sedang tampak sibuk memberesi piring dan gelas kotor. Aku tahu, lima menit yang lalu, pasangan muda baru saja beranjak dari sana.  Sejenak kemudian, lelaki itu berlalu. Pandangan mata Kirana mengikuti sosok lelaki berseragam hitam itu hingga ia menghilang di balik pintu.  Kini, aku mengamati Kirana. Bibirnya sedikit mengerucut. Matanya terpejam, seperti berusaha mengingat sesuatu. "Aduuh, siapa sih namanya?" tiba-tiba ia setengah menggerutu.  "Brian." jawabku sekenanya...