Rahasia Hati yang Hitam Putih
Aku masih terjaga di tengah deru kipas angin yang tak henti sejak pagi. Sebungkus roti cokelat masih utuh, sementara segelas besar kopi tinggal seperempat. Seharusnya, artikel kedua sudah rampung dari tadi, namun entah apa yang menahanku untuk tak segera menyelesaikannya. Nyeri perut yang berangsur hilang, sariawan yang masih terasa perih, itu benar kualami. Tapi mungkin dua hal itu hanya alibi. Dari sepasang earphone di telinga, Rahasia Hati milik Element mengalun meriah dalam versi live . Riuh penonton turut bernyanyi sejak awal lagu dimainkan. Memori terbang ke beberapa jam lalu, saat sebaris pesan dalam kotak pesan Instagram terbaca di mataku dengan nada bangga. "Aku udah move on yayyy" Begitu saja, yang terbaca jelas dalam hatiku dengan nada girang, meski tanpa tanda baca untuk memperjelas semuanya. Lalu, apa kabar aku? Sekian bulan, bahkan mungkin hampir setahun. Ya, waktu terus berlalu, melaju bagai angin yang tak punya rem. Di permukaan, hidupku baik-baik...