Membiasakan Sendirian (2)
Tapi, begitulah orangtua. Rasa cemasnya tak kunjung hilang, meski sudah berulangkali coba ditenangkan. Di usia saya yang sudah kepala tiga ini, misalnya. Kadang, mereka masih ingin mengantar, jika saya akan pergi ke suatu tempat. Tentu saja, saya enggan menerima tawaran itu. "Nanti uangmu habis loh," begitu canda mereka yang saya balas tawa. Lalu berkelakar, "Kalau ingin menambah uang saku buat saya, boleh saja." Hahaha... Bukannya saya tidak patuh pada orangtua, atau bermaksud melawan mereka. Bukan sama-sekali. Saya hanya merasa, inilah saatnya beliau berdua "beristirahat" dari rutinitas yang telah mereka lakukan selama bertahun-tahun. Ya, mengantar saya. Sudah saatnya mereka menikmati waktu berdua, dengan bervakansi atau istirahat di rumah. *** Hadirnya Grab di kota ini jadi salah satu hal yang paling saya syukuri. Berkat ojek berbasis aplikasi itu, saya jadi tak terlalu bergantung lagi pada orang-orang di rumah. Apalagi sejak adik saya berkuliah ...