Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2024

Jadi 'Groupies' di Usia 30-an, Masih Pantaskah? (Bagian Dua)

Gambar
Cerita masih berlanjut ke era kini. Adakah nama lain yang saya kagumi? Era Kini Kini. Kala usia saya memasuki 30-an. Saya kira, masa-masa 'ngefans setengah mati' ini telah berakhir. Namun, rupanya saya salah. Tak hanya Afgan, kini juga ada Ello, yang sesungguhnya sudah saya 'kenal' sejak 2005. Lagu lawas Pergi untuk Kembali yang dipopulerkannya lagi di masa itu, berhasil membuat saya penasaran. Sosok gondrong dan suara khasnya pun menarik perhatian saya lewat layar televisi. Saat itu, saya pun sempat membeli kasetnya. Album pertama yang juga bertajuk 'Ello'. Ada 10 lagu di dalamnya, dan 9 diantaranya adalah ciptaan Ello sendiri. Dalam album tersebut, putra bungsu Minggus Tahitoe itu mengusung genre pop RnB. Namun, selepas album tersebut, kekaguman saya pada Ello perlahan surut. Sepupu Glenn Fredly ini sempat hiatus hingga tahun 2008, hingga kemudian meluncurkan hits Masih Ada . Rambutnya pun telah berubah pendek. Sejumlah lagu lain seperti Buka Semangat Baru, ...

Jadi 'Groupies' di Usia 30-an, Masih Pantaskah? (Bagian Satu)

Gambar
"Sekali menyukai, selalu akan jadi sedalam itu." Mungkin kalimat ini yang bisa saya tulis sebagai deskripsi akan sebagian diri saya. Bukan baru-baru ini, kecenderungan tersebut telah ada sejak saya kecil. *** Era Awal Dimulai dari Susan dan Ria Enes, lalu ke Kahitna di masa saya balita. Kemudian ada boyband asal Irlandia, Westlife. Berlanjut ke boyband Taiwan yang melejit lewat serial Meteor Garden , F4. Kemudian, ada para finalis ajang Akademi Fantasi Indosiar (AFI) yang mengisi masa-masa akhir SD hingga awal SMP saya. Dari musim pertama hingga keempat; medio 2003-2005, ada sejumlah nama yang saya sukai. Rasa suka itu hampir selalu dimanifestasikan dengan menonton setiap program AFI di televisi, mengoleksi poster, kaset, booklet , bahkan sempat membuat kliping dari majalah langganan. *** Era Pertengahan Memasuki awal 2009, sosok Afgan berhasil mencuri perhatian mata dan telinga saya. Pada tahun itu, internet dan sosial media mulai meluas dan marak digunakan. Fasilitas itu ...

Takjub Pada Juli: Jumpa Idola Masa Kecil (Bagian Dua)

Gambar
Masih di Perpustakaan Proklamator Bung Karno, 23 Juli 2024... Takjub pada Temu di Depan Pintu Masuk Panasnya siang terasa makin garang. Saya terduduk sendirian di tangga depan pintu masuk. Sementara, Ulil sudah pulang sejak acara berakhir, setengah jam yang lalu.  Sebuah kresek berisi nasi kotak dan kue terletak bersebelahan dengan totebag berisi tumblr, notebook, dan kipas; souvenir dari acara hari ini. Segera saya pindahkan nasi kotak itu ke totebag, agar lebih mudah membawanya saat pulang nanti. Setelah ini, ojek online akan lekas dipesan. Namun, ada hal yang mengganjal, dan sepertinya harus benar-benar saya perjuangkan kali ini. Sayang sekali jika kesempatan langka ini dilewatkan begitu saja. Ponsel pun berada di genggaman, namun bukan untuk memesan tumpangan. Saya buka WhatsApp dan mengirim pesan pada Bu Ellys, yang menjadi ketua panitia acara. Menanyakan kemungkinan pertemuan itu. Bu Ellys membalas tak lama kemudian. Rupanya, saya harus menunggu sedikit lebih ...