Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2023

Bagaimana Petualangan Sherina Membersamai Hidup Saya (2)

Gambar
Jam satu siang, kala sebuah ketukan di pintu kamar mengusik kantuk yang masih berkuasa. Mata sedikit terbelalak melihat sosok Dannis, adik sepupu saya, yang berdiri di hadapan sembari tersenyum. Ya, hari ini akhirnya datang juga. 28 September. Dan akhirnya Dannis datang juga, meski agak terlambat. Namun, kami tak bisa langsung berangkat karena ada beberapa hal yang harus saya selesaikan. Setelah tugas tuntas, saya bersiap mandi. Namun sebelumnya membuka Netflix dulu. Beberapa saat kemudian, kisah Petualangan Sherina 1 mulai bermain di layar laptop. "Wah, jangan-jangan anak cowoknya Sadam, lagi! Tuh, bener kan? Hahaha, Yayang!" "Jangan-jangan Natasya ini penjahat. Tuh, iya kan? Wah kerjasama ternyata! Kapook, ditangkap polisi!" Saya tertawa mendengar celetukan-celetukan Dannis sepanjang nonton film. *** Sudah hampir pukul empat, tapi mobil yang dipesan tak kunjung terlihat. Resah melingkupi benak. Ditambah sedikit kesal karena mulai kegerahan. ...

Bagaimana Petualangan Sherina Membersamai Hidup Saya (1)

Gambar
Petualangan Sherina adalah kisah yang hampir selalu membersamai saya. Saat masih kanak-kanak, beberapa kali saya menyaksikan kisah dua sahabat ini di televisi. Memasuki era digital yang makin masif, membawa film ini hadir di beberapa platform seperti Netflix dan Prime Video. Sejak saat itu, menonton ulang Petualangan Sherina seperti jadi hobi. Entah sudah berapa belas kali cerita Sadam-Sherina beserta lagu-lagunya penuhi pikiran, hingga bisa dihafal di luar kepala. *** Menjelang perilisan sekuelnya, antusiasme serupa masih terasa di benak saya. 28 September rasanya begitu lama. Seakan 'menunggu' bukan sesuatu yang ingin dilakukan untuk hal ini. Untunglah, ada video wawancara hingga behind the scene yang tersaji di YouTube. Seminggu dua minggu jelang 28 September, menonton semua video itu adalah bagian dari keseharian saya. Dari semua interview yang ada, yang paling saya sukai adalah bersama Kompas.com, Podcast Armuhglobal bersama Arief Muhammad, dan In...

Pukul 1, Usia 31, di Kota Paling Satu

Gambar
15 September baru saja berakhir sekian jam lalu. Tahun ini, selebrasi makin sepi. Hanya ada satu dua kiriman misterius yang sesungguhnya adalah kejutan serius.  Tahun ini, diri bertemu angka 31. Usia yang sudah cukup meresahkan, tapi juga dipenuhi kelegaan. Tanya-tanya soal pasangan sudah hampir tak ada. Meski begitu, ada rangkum doa yang tetap dipanjatkan.  Tahun ini pula, memberanikan diri untuk keluar dari dunia yang tak sepenuhnya dijiwai. Coba masuki bidang yang telah lama diminati. Rupanya, mau dipaksa atau sukarela, semua hal bernama 'kerja' memang tidak melulu mudah.  Pukul satu sudah, saat putaran ban terhenti di pelataran sebuah restoran. Perut sudah keroncongan sejak awal perjalanan, namun kantuk berhasil mengalahkan.  Layar terang berisi tampilan aneka menu makin terasa menggiurkan. Sesaat kemudian, menu siap usai beberapa sentuhan dan lembar uang yang disodorkan.  Sebuah roti cepat saji favorit semua kalangan tiba di hadapan. Selembar daging, keju, ...