Bagaimana Petualangan Sherina Membersamai Hidup Saya (2)
Jam satu siang, kala sebuah ketukan di pintu kamar mengusik kantuk yang masih berkuasa. Mata sedikit terbelalak melihat sosok Dannis, adik sepupu saya, yang berdiri di hadapan sembari tersenyum. Ya, hari ini akhirnya datang juga. 28 September. Dan akhirnya Dannis datang juga, meski agak terlambat. Namun, kami tak bisa langsung berangkat karena ada beberapa hal yang harus saya selesaikan. Setelah tugas tuntas, saya bersiap mandi. Namun sebelumnya membuka Netflix dulu. Beberapa saat kemudian, kisah Petualangan Sherina 1 mulai bermain di layar laptop. "Wah, jangan-jangan anak cowoknya Sadam, lagi! Tuh, bener kan? Hahaha, Yayang!" "Jangan-jangan Natasya ini penjahat. Tuh, iya kan? Wah kerjasama ternyata! Kapook, ditangkap polisi!" Saya tertawa mendengar celetukan-celetukan Dannis sepanjang nonton film. *** Sudah hampir pukul empat, tapi mobil yang dipesan tak kunjung terlihat. Resah melingkupi benak. Ditambah sedikit kesal karena mulai kegerahan. ...