Bertemu Bandung (3.1)
"Bergerak diiringi nada, kala muda di Saparua Lantas, reguk secangkir senja di Dago Pakar Kerlip lampu di kejauhan tampak dari Caringin Tilu Atau, mari berburu kabut di Lembang sana..." -Fiersa Besari, Bandung Ahad, 19 Januari 2020 Mata saya separuh terbuka. Sejenak bingung. Di mana ini? Oh ya, di Bandung. Menoleh ke samping, ada Almira yang masih terlelap dengan selimut kesayangannya. Melongok jam di layar ponsel, rupanya sudah merapat di angka lima kurang limabelas. Pukul lima pagi di Bandung masih segelap pukul empat. Udara di Bandung mengingatkan saya pada Kota Batu. Tapi Bandung masih lebih dingin. Dan saya suka cuaca seperti ini. * Beberapa menit kemudian, terdengar gedoran pelan dari luar. Wajah Mas Dito muncul dari balik pintu yang sedikit terbuka. "Eh, Dik Din sudah bangun." ucapnya sambil nyengir. Saya mengiyakan. Rupanya Mas Dito sudah terjaga sejak satu jam lalu. Sambil menggosok-gosok mata, saya menuju dapur. Mas Dito tampak sibuk di sa...