The End-Year Greatest Gift
Part 4 Hei, sampai jumpa di lain hari Untuk kita bertemu lagi Kurelakan dirimu pergi Meskipun ku tak siap untuk merindu Ku tak siap tanpa dirimu Kuharap terbaik untukmu Penggalan lirik milik Endank Soekamti itu menggema di benak saya hari ini. Seiring semangat yang sudah meredup sejak pagi. Ada sesal di hati, sebab tak memungkinkan bagi saya untuk kosongkan waktu. Mengapa harus secepat ini, pikir saya sendu. Inilah saatnya Ajeng pulang ke Bekasi. *** Tapi, sedih saya memudar perlahan saat menerima pesan Ajeng. Ia sempat menikmati Soto Kudus Bu Is di kawasan Kepanjenkidul saat sarapan. Kemudian berkeliling Kota Blitar sebentar sambil berburu oleh-oleh. Lalu istirahat di hotel. Sebelum ke stasiun dan mengembalikan motor sewaan, mereka berdua juga menyempatkan mencicipi Nasi Pecel Mbok Bari. Rasanya kayak makan pecel di rumah, begitu tulisnya dalam pesan. Saya tersenyum. Makin tak sabar menanti sore datang. *** Pukul lima lebih sepuluh. Saya baru t...