Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Catatan Ramadan (2) : Dibunuh Jenuh

Gambar
  Segelas teh yang telah mendingin teronggok diam di meja. Menatapku yang masih terjaga. Waktu sahur dua jam lagi. Kemarin, sahurku diisi dengan seporsi nasi goreng yang terlalu pedas, hingga tak sanggup kutandaskan. Sang kantuk lenyap lagi entah ke mana. Di hadapanku, layar laptop terbuka. Menampilkan kursor yang berkedip-kedip di tepi laman kosong. Seakan menunggu diisi dengan rangkaian huruf, kata, kalimat, paragraf, hingga jadi satu kisah utuh. Di sudut yang lain, kulihat Sang Jenuh sinis menertawakanku. Seolah ia menanyaiku, bagaimana rasanya harimu yang hanya di kamar, kamar mandi, dapur; begitu saja berulang-ulang? Bukan berarti rasa syukurku tak ada. Masih bisa membersamai Ayah Ibu, melihat mereka sehat dan beraktifitas seperti biasa, itulah salah satu syukur terbesarku. Tapi, jika sesekali Jenuh itu mampir, boleh saja, kan? Semoga tak terlalu lama ia berdiam di sini kali ini. Sebab, jika ia memperpanjang waktunya, mungkin aku akan benar-benar terbunuh.[]

Catatan Ramadan (1) : Rutinitas Baru

Gambar
Akhirnya Ramadan tiba. Hari pertama tak bisa kulalui sebagaimana mestinya, sebab periode merahku juga datang. Tahun ini sangat berbeda, setelah tahun lalu banyak sekali kejutan tak terduga. Kejutan yang berbuah luka, juga bahagia. Kini, setelah rutinitas saban hariku dipaksa tamat, aku hanya berdiam. Di rumah. Membantu pekerjaan rumah tangga sekadarnya, terkadang membaca, terkadang lagi menulis. Menonton video atau film di streaming platform. Begitu saja. Tak ada pemasukan. Tanpa penghasilan. Jika ditanya, apakah aku merutuki keadaan ini, tentu aku sempat marah dan tak terima. Apalagi, penyebab keadaan ini bukan aku. Tapi sepertinya, ia yang bersalah pun tak merasa ada apa-apa. Kini, aku sudah pasrah akan segalanya. Mungkin, bisa dikatakan aku ada di tahap acceptance; penerimaan. Jalani saja semuanya, sebab alurnya telah diatur Tuhan. Hari pertama Ramadan ini diawali dengan seporsi nasi dengan tahu goreng dan telur ceplok untuk sahur. Untunglah, aku bisa terbangun jam tiga pagi tadi. K...