Akrabi Kata Sekali Lagi: Sebuah Pesan untuk Diri Sendiri
Gadis itu melangkah masuk ke kamarnya dengan menggendong sebotol besar air putih dingin. Rasa gerah mendera tubuhnya, ditandai dengan bulir keringat dan pengap yang mulai terasa. Segera dinyalakannya kipas angin mini putih dengan ornamen telinga kucing mungil di sudut atas kanan kiri. Ia kembali memakainya sejak kipas angin besar yang menempel di dinding itu berhenti berfungsi tiba-tiba. Entahlah, mungkin benda itu terlalu lelah, sebab diputar pagi hingga malam saban hari. Baling-balingnya juga sudah tebal berdebu. Sudahlah, biarkan saja dulu. Sejenak ia terdiam. Pandangannya terpaku pada sebuah buku kumpulan cerpen yang tergeletak di atas tikar. Pikirannya melayang pada sebuah pertemuan di suatu kedai, awal bulan ini. *** "Sebulan bisa habis berapa buku, Mbak?" Sebaris pertanyaan sederhana yang menohok hati seketika. Saya mengulas senyum malu pada lelaki gondrong yang rambutnya dicepol itu. Siang itu, di DeClasse Gelato, saya duduk sendirian bersama seporsi es krim matcha ...