Serangkum Kagum Pada Manusia
Manusia tengah mengenang segala momen manisnya sepanjang usia Tujuh Belas . Selepasnya, ia ber Kelana . Mencoba semangat kejar mimpi meski lalui Remedi berkali-kali. Tak disangka, usaha itu justru membuahkan Interaksi ; berujung bimbang, antara ingin jatuh cinta namun takut patah hati. Seusainya, ia jadi sepasang yang seakan Ingkar karena sulit berpindah hati meski sudah temukan yang lain. Melalui perjalanan panjang, akhirnya ia sungguh Jatuh Suka pada yang dipilihnya. Lambat laun, ia mengenal Nala , yang konon merasa sulit disuka sesiapa. Hingga akhirnya ia pun bertemu seseorang yang juga punya banyak sama, namun ternyata tak bisa bersama. Hati-Hati di Jalan , itu yang ia ucap 'tuk melepas pergi rasa itu, menyisakan rindu dan tanya, akankah ada lagi yang sepertimu. Hingga akhirnya ia kembali pada yang setia sejak mula, Diri -nya sendiri. Ia sadar bahwa kecil, muda, tua, dan hidup hanya Satu Kali. Maka, di masa kinilah ia harus hidup. * Kutipan itulah yang otomatis terangk...