Di Kedai Hari Itu
Sejak tiba pukul tiga, gadis itu duduk di sana. Pada sebuah sofa coklat di dekat pintu masuk, juga dekat dengan jendela, dan mesin pendingin yang terpasang di atas. Usai bertukar sapa dengan pasangan muda pemilik kedai dan memesan sejumlah menu, gadis itu kembali duduk dan tenggelam bersama buku bersampul keemasan yang ia keluarkan dari tasnya. Buku itu masih terlihat baru. Beberapa menit perasaannya diombang-ambingkan cerita racikan Dee Lestari. Namun bosan datang dan berhasil menyerang. Matanya beralih pada meja, melahap camilan yang telah tersaji. Croffle empuk bersalut cokelat bersama lembutnya eskrim vanila menciptakan paduan enak di lidah. Dari tempatnya duduk, pelan kepalanya menoleh ke bagian tengah kedai. Tiba-tiba, matanya tertarik jadi pengamat. Dari ujung kiri. Di sana bertengger seperangkat mesin kopi. Di depannya, terdapat gelas sedang berisi beberapa bungkus gula, serta dua boks kopi dari sebuah kedai di Surabaya. Di sebelahnya, ada maneki neko , si kucing emas khas ...