Gala Premiere Buya Hamka : Menatap Harap
"Iman tanpa ilmu, bagaikan lentera di tangan bayi. Sementara, ilmu tanpa iman, bagaikan lentera di tangan pencuri." -Buya Hamka Bagian Kedua Minibus putih melaju dipayungi gelapnya langit. Saya duduk di jok tengah, dengan seutas earphone di telinga. Instrumen piano yang terdengar dari sana berusaha membuat saya tertidur. Tapi mata ini tak kunjung memejam, sebab terlalu penasaran dengan apa yang terjadi esok hari. Namun, kadar sabar harus ditambah, seiring dengan kemacetan yang makin mengular. Baiklah, sepertinya saya harus benar-benar tidur kali ini. *** Jam satu pagi. Seisi rumah lengang, lampu utama telah dimatikan. Tapi, lampu kamar ini masih terang. Saya terjaga, masih ditemani buku ini, yang memang sengaja saya bawa. Masih di awal bab dua, saat bacaan saya hentikan. Tidak, jangan dilanjutkan dulu. Rasa penasaran saya membesar. Baiklah, mari tidur saja. Ada waktu sahur yang harus dijelang, nanti. Selepas Subuh, hari terasa cepat berlalu. T...