Lelah dan Menyerah
Baru setahun lebih, tapi rasanya sudah lama sekali saya tak menginjakkan kaki di tempat ini. Tempat yang sempat saya akrabi beberapa tahun lalu demi Tugas Akhir Kuliah. Dalam langkah tertatih berkawan bayangan, saya disambut wajah baru sejumlah sudut yang menakjubkan. Renovasi ini tak main-main rupanya. Apalagi saat memasuki lobi dan ruang baca. Rasanya senang sekaligus asing. Melangkah sedikit lagi, saya tiba di depan Ruang Koleksi Khusus. Kali ini saya heran. Mengapa sepi sekali di sini? Hanya ada empat petugas yang mempersilakan saya masuk dan duduki bangku kosong. Melongok ponsel, sudah hampir pukul dua. Saya kira, saya sudah sangat terlambat. Tapi justru seorang diri. Kedatangan Zulfa sedikit melegakan. Kami segera berpindah ke Ruang Baca Koleksi Umum. Ternyata di sana sudah ada Pak Prayitno. Beliau memang datang sejak beberapa jam lalu untuk meminjam buku dan memperbarui kartu anggota. Kami bertiga mengobrol ringan, sembari menunggu barangkali ada yang akan datang lagi. Dalam...