Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2024

Tiga Hari Saja; Terkenang Selamanya (3)

Gambar
Kenangan menjelma dupa Harumnya merasuk ke mana-mana Membelai helai rindu yang selalu muda... -Payung Teduh Minggu, 30 April 2024 Hari Minggu yang tidak biasa. Dini hari tadi, diri susah tidur, sebab kepala menuntut banyak hal yang harus dipikirkan. Ada sedih membayangi sejak pagi. Dua paket dimsum lekas dipesan. Sembari menunggu, kaki dipaksa melangkah ke kamar mandi. Merasakan air yang tak terlalu dingin, harum sabun, dan segar pasta gigi. Baju dipilih dari lemari. Sederhana saja, hanya kemeja merah marun yang dipadu celana dan jilbab hitam. Dimsum datang, maka mari bersiap. Berangkat menjemput perpisahan.... *** Pelataran Patria Plaza Hotel nampak lengang. Saya turun dari motor dan sedikit kebingungan mencari tempat duduk. Langkah tertatih saya dicegat oleh seorang resepsionis berparas cantik. Diarahkan menuju sebuah bangku di foodcourt , saya pun duduk di salah satu kursi. Dari pesan WhatsApp, Ajeng mengabarkan masih bersiap di lantai atas. Saya pun duduk menunggu bertemankan segel...

Tiga Hari Saja; Terkenang Selamanya (2)

Gambar
Inginku kembali Ke masa yang lalu Bahagianya dulu Waktu kecilku... -Dian Pramana Poetra Sabtu, 29 Juni 2024 Sekejap Resepsi Pagi tiba, saya bersiap segera. Setelah sarapan dan mandi, taksi online pun lekas dipesan. Saya menuju hotel tempat Ajeng menginap bersama sebuah city car putih. Driver -nya tak henti bicara banyak hal. "Saya bercanda, Mbak. Nggak pernah jadi sopir ambulans, kok." Lelaki muda itu mengklarifikasi apa yang ia tulis dalam chat aplikasi ojek. Saya tertawa. "Saya itu kemarin habis antar penumpang ke Surabaya, Mbak. Ya ampun, panas banget di jalan. Saya sampai tiga kali berhenti, beli es teh di warung. Sekarang jadi pilek." Ia melanjutkan ceritanya. Saya menimpali dengan bertanya, mengapa ia tetap mengambil orderan hari ini. "Yaa, mau gimana lagi Mbak... cicilan banyak, hahaha." Obrolan berakhir saat mobil terhenti di depan hotel. Ajeng, Kak Didi, dan Dylan yang sudah menunggu pun segera masuk ke mobil. Tujuan berlanjut ke sebuah hotel ke...

Tiga Hari Saja; Terkenang Selamanya (1)

Gambar
Terus melaju Ku terus berlagu Yang aku tunggu Bersua denganmu... -Cakka Nuraga Jumat, 28 Juni 2024 Hari itu masih sore, kala jalanan setapak berbatu menyaksikan langkah tertatih saya. Di depan pagar, sosok cantik itu berdiri menyambut. Terhenti langkah, sejenak terpana. Rasa haru memenuhi dada. Betapa saya merindukannya, Ya Allaah. Ya, akhirnya sore ini saya bertemu Ajeng. Pertemuan yang sudah dinantikan sejak beberapa minggu lalu. *** Usai menukar erat jabat tangan, Ajeng menggandeng saya melintasi setapak berbatu itu. Senyum saya mengembang lagi saat mendapati Kak Didi duduk di salah satu bangku. Tak sendiri, ada pula sosok mungil Dylan di sana. Ya. Berbeda dengan kunjungan dua tahun lalu, kali ini putranya, Dylan juga ikut serta. Dengan senyum khasnya, lelaki kecil yang duduk di bangku kelas 2 SD itu menyambut saya. "Halo, Tante." Ucapnya seraya menukar jabat tangan. Saya tersenyum, membalas sapanya. Kemudian mengambil tempat di sebelah Ajeng. Ceri...