Tiga Puluh Tiga dan Tiga Detik dari Ello

Tahun ini, usia saya menjelma tiga-tiga. Menurutmu itu sudah tua atau masih muda?




15 September selalu menjadi hari yang spesial. Meski tanggal ini tak terlalu banyak diingat orang. Padahal saya sendiri otomatis selalu mengingat tanggal lahir sebagian besar mereka.

Tapi, soal diingat atau tidak, itu tak terlalu penting.

Bagi saya, 15 September adalah saksi seorang Adinda yang lahir dengan begitu banyak kekurangan, juga meniti banyak luka dan airmata. Namun, ternyata juga masih sanggup tertawa, bahagia, dan bertahan hingga hari ini. 

Setiap 15 September adalah cerminan, bahwa ternyata saya masih diberi kekuatan oleh Tuhan untuk tetap menjalani hidup ini, apa pun kondisinya.




Seperti tahun-tahun sebelumnya, tentunya 15 September kali ini tetap membawa kebahagiaan tersendiri.

Selain beberapa teman yang mengirimi pesan berisi doa baik dan ucapan selamat, ada pula mereka yang mengirim kue ke rumah.

Namun, kejutan paling tak terduga ternyata datang dari sosok yang selama ini terkesan sangat 'jauh' bagi saya.

Setelah sering di-notice di Instagram, direct message yang sering dibalas, pertemuan di Surabaya, serta tanda tangan dan tulisan tangan yang saya terima dari Jogja; rasanya diri ini tidak punya cukup nyali untuk mengharapkan interaksi yang lebih lagi.

Ya, bagi saya, semua itu terlalu menakjubkan. Saya pun tak yakin apakah akan ada kesempatan untuk bertemu dan berinteraksi lagi dengannya.

Namun, menjelang siang di 15 September itu, sebuah video berdurasi tiga detik terkirim ke nomor WhatsApp saya.




Sontak, saya terdiam tanpa kata saat mendapati sosok Ello ada dalam video itu. Tampaknya, ia berada di rumah. Terlihat dari rambut gondrong yang tergerai seperti habis keramas, dan kaos oblong sederhana yang ia kenakan.

Sejenak ia menghela napas dan tersenyum. Kemudian, suaranya terdengar pelan.

"Happy birthday, Dinda, God bless you."

Hanya dua kalimat. Hanya tiga detik. Namun sanggup membuat jantung saya berdegup kencang seharian, dan mengenang momen ini tak berkesudahan.

Sepanjang yang saya ingat, dalam semua interaksi yang terjadi dengan Ello, tak pernah sekali pun ia memanggil nama saya.

Baru kali itu, dalam tiga detik video ucapan ulang tahun, dia memanggil nama saya.
Selama ini, saya hanya sering mendengar Ello mengucap kata "Dinda" dalam lagu Sudah.




Maka, terima kasih Tuhan, karena masih memberi saya kesempatan menapaki usia baru di 15 September tahun ini.
Semoga Engkau tetap berkenan menjaga dan membersamai saya dalam keadaan apa pun.

Dan terima kasih tanpa jeda, untuk semua saudara dan teman, Mbak Widya Ika; juga Marcello Tahitoe tentunya, atas segala harap dan doa baik yang telah dikirimkan.

Semoga Tuhan selalu melimpahkan segala kebaikan dan menjaga kalian semua. Saya sayang kalian. And, I love you always, KakEllo.[]

15 September 2025
Adinda RD Kinasih

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membiasakan Sendirian (2)

Membiasakan Sendirian (1)

Setelah 20 Tahun: Sebuah Perjalanan Menuju Pertemuan Mengesankan